Minggu, 04 September 2016

Beberapa tips kerusakan pada LA76810.

Beberapa Tips kerusakan IC LA76810A

Revisi.1 dari tulisan sebelumnya
Dibawah ini adalah beberapa tips kerusakan pada teve yang dapat terjadi pada teve yang menggunakan LA76810A

Gambar (tuning) lama-lama geser atau hilang
  • Coil Video-detektor pada pin-48/49 rusak

Gambar geser ke-kiri, ada blok hitam vertikal pada bagian kanan layar
  • Jalur pulsa FBP (H AFC) dari flyback ke pin- terputus
  • Kadang juga bisa diesbabakan karena kerusakan X-tal warna
Gambar (horisontal) roboh
  • Kerusaskan R4.7K pada Hor-VCO pin-29 (kalau dicek pakai ohm meter sepertinya masih bagus). Ganti dengan resistor kualitas bagus (jenis metal film)
Gambar kontras tipis, kontrol kontras tidak mau di adjust
  • Cek apakah pin- ABL ada tegangan sekitar 3v. Biasanya disebabkan kerusakan diode pada sirlit ABL
Gambar tidak ada warna
  • Kerusakan X-tal 4.43
  • Kerusakan komponen pada pin-39 (AFC 1)
  • Salah seting pada Color-mode
Raster/gambar muncul gangguan garis cross (palang)
  • Salah adjustment pada pilihan “IC 76810/76818” pada service-menu.
  • Kesalahan adjustment pada service mode pada CROSS-BW (normal “0”)
Raster/gambar kedip-kedip
  • Salah adjustment pada pilihan “IC 76810/76818” pada service-menu.
Gambar rolling
  • Kesalahan adjustment CD-mode pada service menu (normal “0”)
  • Kerusakan komponen pada Video input pin-44
Auto-serch/Manual search tidak nyantol (gambar sudah terlihat bagus)
  • Periksa jalur AFT-out dari Pin-10 ke mikom atau pin-10 short
  • Periksa jalur sinyal ID dari Pin-22 ke mikom
  • Kesalahan adjustment VIF pada service mode (normal pada “38.9” atau “1”)
Teve dihidupkan langsung “auto-search” sendiri
  • Salah seting SEARCH CHECK pada service mode (normal “0”)
Tidak semua chanel bisa dimemori
  • Kesalahan adjustment VIF pada service-mode (normal “38.9 atau “1”)
Horisontal/flyback tidak kerja
  • Periksa pin-25 Hvcc apakah sudah mendapat tegangan sekitar 5v
Tidak terima siaran, ada noise
  • Salah adjustment pada seting “TUNER TYPE” atau “TUNING MODE” pada service-mode
  • Coil Video IF rusak
  • Kerusakan komponen pada pin-47 atau pin-50
  • Kerusakan komponen pada RF/IF AGC pin-3/4
Tidak terima siaran, tidak ada noise
  • Tidak ada tegangan untuk bagian IF pada pin-8
  • Coil video IF rusak
AV in tidak ada gambar (blank), siaran TV oke
  • LA76810A rusak

Vertikal satu garis (ic vertikal-out OK)
  • Tidak ada tegangan suply pada pin-43
  • Kerusakan komponen pada pin-23/24
Vertikal kurang penuh (ic vertikal-out OK), gambar ada
  • Tegangan suply ke pin-43 drops
  • Kerusakan komponen pada pin-23/24
Vertikal tidak penuh, raster blank, tidak ada OSD
  • Kerusakan ic memori atau jalur SDA/SCL ada yang putus.
Suara satu strip langsung keras
  • Kesalahan adjustment STEREO-OPTION pada service mode (normal adalah “0”)
Suara desis
  • Kesalahan seting Sound-mode (normal “5.5” atau “B/G”)
  • Kerusakan komponen pada pin-52/53/54
Tidak ada suara
  • Kesalahan seting Child-lock (normal adalah “OFF”), karena hal ini menyebabkan muting penguat suara aktip

Auto-search China LA76810 tidak kerja atau tidak nyantol.

Auto-search tidak kerja (tidak nyantol)

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 tulisan sebelumnya)
Manual-searh dan Auto-search tidak bekerja atau tidak nyantol.
Sebenarnya bukan merupakan kerusakan mikrokontrol. Tetapi lebih banyak disebabkan karena mikrokontrol tidak terima sinyal pulsa-pulsa yang dibutuhkan untuk dapat bekerjanya auto search. Kerusakan lebih banyak disebabkan karena problem pada sirkit bagian Video-IF
Syarat agar auto-search dapat nyantol (dimemori) :
  • Mikrokontrol harus terima sinyal tegangan AFT dari bagian Video-IF (contoh gambar pin-10)
  • Mikrokontrol harus terima sinyal sinkronisasi horisontal dari bagian Video-IF (contoh gambar pin-27). Istilah lain yang sering digunakan untuk nama sinyal sinkronisasi ini adalah SD (sync detect), ID (indetification) atau sinyal Sync.
clip_image002
Lihat contoh ic LA76810 dibawah :
  • Sinyal AFT berasal dari pin-10
  • ·Sinyal SD berasal dari pin-22
clip_image004
 
Langkah-langkah pengecekan jika auto-search tidak bisa nyantol (manual search tidak mau stop)
  • Pastikan dahulu bahwa pada saat proses Auto-search atau Manual-search berlangsung semua siaran sudah terlihat diterima dengan bagus, tetapi chanel tidak dimemori atau siaran tidak nyantol. Kalau gambar belum terlihat normal, maka kerusakan bukan pada sistim Auto searh atau Manual searh. Kerusakan ada pada bagian Video-IF atau TUNER.
  • Pin AFT-in mikrokontrol tidak terima tegangan AFT dari IC Video-IF pin-AFT-out. Lacak jalur  sinyal tegangan AFT  dari IC Video-IF ke mikrokontrol. Kerusakan dapat juga disebabkan karena adjustment coil AFT (jika masih menggunakan coil AFT) yang tidak tepat pada 38.9Mhz sehingga mengakibatkan pin-AFT out tidak mengeluarkan tegangan. Salah adjustment pada menu  service-mode juga dapat menyebabkan problem ini.
  • Pin SD-in mikrokontrol tidak terima pulsa ID atau pulsa Horisontal-sync. Lacak jalur ini dari IC Video-IF.
 
Cara menguji jika sinyal AFT telah masuk ke mikrokontrol :
  • Ukur tegangan pada pin-AFT in mikrokontrol
  • Lakukan auto serch
  • Setiap terima siaran – tegangan harus bergoyang berubah dari mendekati 0v hingga 5v (atau sebaliknya)
 
Cara menguji sinyal ID sudah diterima mikrokontrol :
  • Ukur tegangan pada pin- ID in mikrokontrol
  • Lakukan auto-search
  • Setiap terima siaran – tegangan harus berubah. Model yang berbeda perubahan tegangan ada yang hanya 0.5v, tetapi ada pula yang lebih besar.
 
Pada IC One-chip jalur sinyal SDD maupun jalur AFT sudah tersambung secara internal didalam chip. Auto searh tidak kerja kemungkinan disebabkan karena  :
  • EEPROM data korup atau kesalahan adjustmen service-menu (misal Video IF diset pada frekwensi 38.0 dimana seharusnya pada 38.9)
  • Kerusakan part pada filter bagian IC Video-IF (pin- IF PLL filter)
 
Tanda-tanda Auto-search sudah bekerja dapat diamati pada “angka chanel” yang terlihat pada saat proses auto-search berjalan. Jika auto search sudah bekerja, maka angka chanel akan berubah dari1, 2, 3....dst setiap kali sebuah chanel dimemori.
 
 
**************************

Beberapa tips jika mengganti atau memasang mesin China.

Beberapa tips jika mengganti-memasang dengan mesin China


  1. Langkah pertama adalah mengukur impedansi def yoke bagian horisontal. Sebaiknya menggunakan ohm-meter digital, karena ohm-meter analog biasanya kurang presisi jika untuk mengukur nilai ohm yang kecil. Mesin China kalau dipasang pada def yoke dengan inpedansi kurang dari 1.5 ohm akan menyebabkan transistor horisontal panas atau rusak. Maka jika nilai kurang dari 1.5 ohm – perlu merubah hubungan kumparan def yoke dari paralel menjadi serial dengan tujuan agar nilai ohm menjadi lebih besar. Jika nilai tetap kurang besar maka gunakan tranfo-yoke sebagai penyesuai impedansi.
  2. Jika untuk mengganti layar flat 29 inch, akan lebih baik hasilnya jika  menggunakan mesin China yang menggunakan EW digital (bukan menggunakan VR). Karena kalau menggunakan VR biasanya bagian pinggir kiri-kanan masih tetap sedikit melengkung tidak bisa lurus (terutama bagian pojok-pojoknya)
  3. Untuk CRT slim gunakan mesin China yang juga khusus untuk slim, kalau tidak kemungkinan akan bermasalah pada vertikal size maupun horisontal size.
  4. Mengganti tv model lama – dimana masih menggunakan transistor jengkol. Periksa juga impedansi bagian kumparan vertikal. Jika impedansi sangat tinggi (sekitar 40 ohm), maka hubungan kumparan vertikal perlu dirubah dari serial menjadi paralel. Tujuannya agar impedansi turun. Mesin China hanya cocok untuk dipasang pada def-yoke vertikal dengan impedansi sekitar 8 hingga 20 ohm.
  5. Jika impedansi vertikal agak tinggi, maka kadang muncul gangguan beberapa garis blangking pada bagian atas layar. Untuk menghilangkan gangguan semacam ini, maka pasang tambahan resistor dengan nilai sekitar 100 atau 300 ohm yang dipasang paralel dengan kumparan def-yoke vertikal.
  6. Jika gambar terlalu lebar/kurang lebar, maka dapat dikecilkan/dilebarkan dengan penambahan tranfo yoke.
  7. kalau hanya kurang lebar sedikit bisa dipasang tambahan kapasitor 202 samapi 402 yang mempunyai tegangan 1600v pada kolektor transistor horisontal dengan ground ·
  8. Lakukan selalu adjustment geometri (Vsize, Vcenter, V lin, VSC) dan white balance untuk mendapatkan kualitas gambar yang optimal. menggunakan patern generator. 
  9. Running test beberapa lama – untuk memastikan transistor horisontal tidak over heat. Transsistor horisontal yang over heat menunjukkan kalau defyoke tidak matching…..perlu penggunaan trafo yoke
  10. Paling terachir -  ukur tegangan heater. Jika tegangan heater 5.5v atau lebih – maka resistor serial 1 ohm pada sirkit heater perlu dibesarkan nilainya agar tegangan heater turun menjadi sekitar 5v. Tegangan heater yang over akan menyebabkan CRT cepat rusak.

Power supply China. Tanpa beban transistor horisontal tegangan B+ ok. Begitu dipasang transistor horisontal, transistor regulator langsung jebol.

Teve China Tr Regulator jebol ketika di “power-on”


KASUS :
  • Teve China menggunakan power supply 3 transistor
  • Saat stand-by atau jika transistor horisontal belum dipasang - tegangan B+ normal
  • Ketika horisontal dipasang dan pesawat dihidupkan transistor regulator langsung jebol
 
SOLUSI :
  • Tegangan B+ tanpa transistor horisontal coba dibebani dengan lampu dop 100w.
  • Cek tegangan B+ normal dan lampu juga bisa menyala.
  • Cek tegangan pada elko besar bagian power supply, ternyata sangat drops (normal sekitar 300v kurang sedikit)……….ternyata elko 220uf/400v kering (nilai turun).

Power suply China yang menggunakan 3 transistor. Memahami cara kerja dan contoh-contoh kerusakan.

Tips kerusakan SMPS China dengan 3 transistor


001 Penjelasan singkat
Sirkit ini merupakan “self osilator” dimana transistor power V513 sebagai main-switch akan ber-osilasi sendiri (on-off sendiri)
  • Resistor start-up R520 dan R521 untuk memberikan tegangan bias pada transistor power
  • R519 dan C514 merupakan komponen sirkit "umpan balik" posistip dari kolektor V513 >>> pin-1 tranfo switching >>> C514 >>> R519 >>>  basis V513 untuk membuat agar transistor V513 dapat berosilasi sendiri.
  • Transistor C3807 merupakan PWM kontrol
  • Transistor A1015 merupakan “error detektor” yang mendapat umpan balik dari sirkit komparator pada bagian sekunder melalui photocoupler.
  • R502 merupakan "pembatas arus". Pada saat pertama kali pesawat dihidupkan elko besar C506 dalam keaadaan kosong. Hal ini akan menyedot arus listrik yang sangat besar saat pengisian awal. Oleh karena itu perlu dipasang pembatas arus agar tarikan daya listrik awal tidak terlalu besar, serta melindungi diode penyearah dari keruskan. Pada model-model baru resistor pembatas arus biasanya sudah diganti menggunakan jenis NTC (bulat warna hitam) dengan n ialai antara 20 hingga 30 ohm
  • R525 dan C516 merupakan sirkit snuber
  • Zener VD515, diode VD518 dan resistor R523 merupakan sirkit "protektor Over Voltage" tegangan B+. Jika tegangan B+ naik maka tegangan pada pin-1 tranfo switching juga ikut naik. Dengan membatasi tegangan pada pin-1 ini dengan zener diode maka tegangan B+ yang over juga dapat dibatasi.
MACAM-MACAM KERUSKAN DAN SOLUSINYA

001. Tegangan B+ tidak keluar.
Lakukan pemeriksaan dengan urutan prioritas sebagai berikut :
  • Periksa mungkin transistor HOT short
  • Periksa diode penyearah tegangan B+ VD551 mungkin short
  • Periksa 3 TRANSISTOR smps
  • Periksa apakah sudah ada tegangan 300v pada elko besar C506
  • Periksa resistor start-up R520 dan R521
  • Periksa sirkit umpan-balik R519 dan C514. Cek nilainya mungkin berubah
  • Cek mungkin diode zener VD515 short atau bocor
  • Periksa nilai R552 dan R555 (bagian sekunder)
  • Mungkin kolektor-emitor photo coupler bocor (cek dengan ohm meter posisi x 1K)
  • Periksa solderan-solderan kaki-kaki tranfo switching, karena  yang paling rentan retak.
  • Tranfo switching rusak (jarang terjadi)


002  Tegangan B+ drops, tidak dapat diajust naik.
  • Cek apakah dapat diajust
  • Periksa tegangan pada diode referens VD541 6.2v - tegangan harus tepat 6.2v
  • Periksa elko filter tegangan B+ C528
  • Periksa elko besar C506
  • Periksa diode D516 dan zener VD515 mungkin bocor.
  • Periksa R553 yang seri dengan VR - mungkin nilainya molor


003  Transistor power langsung rusak setelah diganti
  • Periksa R555 mungkin nilainya molor (bagian sekunder)
  • Dapat pulsa disebabkan karena  loop sirkit umpan balik dari tegangan B+ >>> transistor V553 >>> photocoupler >>> transistor A1015 ada jalur putus atau komponen rusak.

004  Transistor power rusak berulang setelah beberapa bulan
Periksa sirkit snuber pada bagian primer tranfo switching C516 dan R525. Sirkit ini kadang menggunakan sebuah diode, sebuah resistor dan sebuah kapasitor.




005  Tegangan B+ over
  • Cek apakah dapat diajust
  • Periksa diode zener referens VD541 6.2v - mungkin open (putus)
  • Periksa nilai resistor R555 47k -  mungki nilainya molor.
  • Periksa nilai R552 100k - mungkin nilainya molor


006  Elko-elko C563, C564, C565 sering meletus
Penyebab masalah ini hingga saat ini kami belum dapat menemukan secara pasti. Karena jika diukur semua tegangan normal. Tetapi jika pesawat kembali ke konsumen selalu terjadi kerusakan berulang.
Solusi sementara yang sering kami lakukan adalah mengganti tegangan elko dengan nilai yang lebih tinggi. Misalnya 35v diganti dengan 50v.




007  Kerusakan diode zener 7.5v pada bagian primer.
Kerusakan diode zener VD515 7.5v yang bocor dapat menyebabkan gejala-gejala :
  • Jika tegangan screen dinaikkan - raster menciut
  • Jika britnes gambar bertambah terang - raster menciut


008  Kerusakan elko besar C506.
Kerusakan elko besar C506 dapat menimbulkan gejala-gejala :
  • Timbul gangguan berupa garis-garis vertikal pada tengah layar
  • Timbul gangguan suara ngeter dari speaker
  • Raster menciut
  • Bagian pinggir raster kiri-kanan tidak lurus - tetapi bengkok-bengkok seperti leter "S"

009 Saat stand by tegangan B+ normal, saat dihidupkan tegangan B+ drops


Periksa R517 dan diode D516 - biasanya resistansinya molor.




****************************************************************************************

Contoh kerusakan TV China


Cara mengatasi kasus raster gelap (blank).

  • Raster gelap
  • Heater dicek nampak menyala (ada tegangan heater)
  • Karena ada tegangan heater berarti flyback bekerja.
Coba naikkan tegangan screen – kalau muncul raster blangking maka berarti problem RASTER BLANK – kalau muncul satu garis berarti PROBLEM VERTIKAL
 
Kalau tetap saja GELAP
SOLUSI :
  • Cek tegangan screen
  • (1) Jika tegangan screen tidak ada – coba lepas pcb CRT soket dari tabung gambar – kemudian cek tegangan screen pada pcb – kalau kemudian ternyata ada – berarti CRT rusak – cek dengan ohm meter posisi x1K......biasanya antara pin-G1 dengan pin-G2 short atau ada kebocoran hubungan. Hal ini paling sering dijumpai pada CRT jenis flat yang bukan slim. Kerusakan CRT semacam ini umumnya masih dapat diperbaiki.
  • (2) Lepas CRT soket tetap tidak ada tegangan screen – coba lepas kapasitor filter tegangan screen – mungkin kapasitor short
  • (3) Kapasitor filter screen dilepas tetap tidak ada tegangan – flyback rusak pada bagian VR screen (tidak dapat diperbaiki)
  • (4) Tegangan screen normal tetapi tetap gelap – CRT rusak atau emisi habis (....tamat riwayat) – atau ada kemungkinan flyback rusak pada bagian diode tegangan tinggi (coba dibuang kop anode tidak menyimpan  tegangan tinggi)
 
********************

Penyebab ic vertikal-out rusak terus atau sering rusak.

Penyebab IC Vertikal-out sering rusak


KASUS :
  •  IC Vertikal-out sering rusak.
  • Atau IC Vertikal-out langsung rusak ketika pesawat dihidupkan.
Menghadapai kasus seperti ini, hal apa saja yang mesti diperiksa?
  • Cek apakah ada diode pada bagian output IC Vertikal.  Jika diketemukan diode pada sirkit outputnya, maka kemungkinan diode tersebut short ke ground.
  •  Periksa resistansi def yoke bagian vertikal.  Umumnya lebih dari 5 ohm. Jika kumparan def yoke short (resistansi 0 ohm), maka dapat meyebabkan IC vertikal rusak.
  •  Jangan dipasang dahulu IC Vertikal.  Hidupkan pesawat dan kemudian ukur tegangan suply Vcc. Jika tegangan melebihi 32v maka hal inilah yang menyebabkan IC rusak, sebab umumnya IC Vertikal mempunyai karakteristik tegangan suply Vcc  Maksimum sekitar 30v. Periksa tegangan B+, kemungkinan tegangan over.
  •  Pada model-model  TV china dimana tegangan suply untuk IC vertikal diperoleh dari tranfo switching power suply.  Maka kemungkinan dapat disebabkan karena masalah soldering pada pin-ground tranfo switching bagian sekunder yang kadang loose-kontak.
  •  Lepas konektor def yoke. Cek menggunakan ohm meter antara kumparan bagian vertikal dengan bagian horisontal mungkin ada kebocoran (ada hubungan).

Kerusakan Vertikal menyempit atas-bawah, raster blank dan OSD tidak muncul.

Raster blank disertai vertikal menyempit atas-bawah


KASUS :
  • Raster blank dan tidak ada OSD
  • Vertikal menyempit atas-bawah
 
Hal ini kemungkinan dapat disebabkan karena :
  • Eeprom rusak
  • Jalur SDA/SCL antara eeprom dengan mikrokontrol ada yang short atau putus
  • Mikrokontrol belum bekerja atau belum “on”
 

Trik memperbaiki vertikal kurang penuh atau kurang kurang center, jika tidak dapat masuk ke service mode.

Problem vertikal kurang penuh atau terlalu lebar


Mungkin Anda menjumpai kasus seperti berikut
  • Raster vertikal tidak penuh atas-bawah
  • Atau terlalu lebar atas-bawah
  • Vertikal kurang center
  • Remote tidak tersedia
  • Atau tidak tahu cara buka service menu
Jangan bingung………!!!!  Inilah solusi yang biasa kami lakukan.
  • Sediakan macam-macam resistor dengan nilai 1.0 – 1.2 – 1.5 – 1.8 – 2.0 – 2.2 – 2.7 – 3.0 – 3.3 – 3.9 – 4.7 – 5.0 – 6.8 – 8.2 – 10.0 ohm (ukuran 1watt)
  • Masing-masing sediakan 2 atau 3 pcs
 
image
Tidak penuh atas bawah 
  • Coba satu demi satu dengan resistor tersebut diatas dengan cara memasang paralel pada R1,  mulai dari nilai yang terbesar (10.0 ohm)
  • Jika masih kurang lebar selanjutnya secara bertahap diganti dengan nilai yang lebih kecil
  • Kadang untuk dapat memberikan ukuran vertikal yang pas – kami paralel 3 buah resistor atau seri paralel.
Terlalu lebar
  • Coba  R1 diganti dengan nilai yang lebih besar setingkat diatas nilai aslinya (misal aslinya 1.5 - maka coba ganti dengan nilai 1.8)
  • Kalau masih terlalu lebar maka coba ganti dengan nilai diatasnya lagi.
  • Kalau hasilnya ternyata malah kurang penuh – maka dapat dilakukan dengan cara memasang paralel resistor lainnya seperti pada problem vertikal kurang penuh.
Vertikal kurang center - maka dapat dikoreksi dengan cara
  • Sediakan macam-macam resistor dengan nilai 10 – 12 – 15 – 20 – 22 – 27 – 30 – 33 – 39 ohm (1 atau 2watt) – masing-masing cukup 1 pc saja.
  • Coba pasang sebuah resistor antara  titik (sambungan R4-CL) dengan ground
  • Atau coba antara titik (sambungan R4-CL) dengan Vcc 12v (boleh juga dengan 25v)
  • Untuk mendapatkan niali yang pas mungkin bisa disedri 2 buah resistor
  • Kalau resistor terlalu panas – ganti dengan watt yang lebih besar.
 
CATATAN :
  • Cara ini hanya bisa dilakukan jika tidak terjadi cacat  V Lin.

+++++++++++++++++++++++++++

Trik memeriksa apakah bagian Vertikal sudah bekerja

Trik memeriksa apakah bagian Vertikal sudah bekerja


KASUS :
  • Pada model-model tertentu, jika “bagian vertikal tidak kerja” dapat menyebabkan pesawat mati protek.
  • Karena pesawat keburu mati, maka dalam hal ini kita tidak dapat melihat gejala kerusakan yang berupa nyala raster satu garis.
TRIK MEMERIKSA APAKAH BAGIAN VERTIKAL SUDAH KERJA.
Seorang rekan teknisi menunjukkan sebuah trik untuk mengetahui apakah bagian vertikal sudah bekerja atau belum dengan cara sebagai berikut ;
  • Ambil sepotong magnet kecil
  • Pegang dan dekatkan ke kumparan vertikal pada def yoke
  • Hidupkan teve
  • Jika bagian vertikal sudah bekerja, maka magnet akan terasa bergetar.
 
Catatan :
  • Potongan magnet kecil dapat diperoleh dari mesin teve bekas (eks ganti mesin China). Cari kumparan atau coil Hor Linear yang lokasinya disekitar flyback. Jika coil tersebut dibongkar, kita bisa mendapatlan potongan magnet kecil yang bentuknya seperi pil tetapi sedikit lebih besar.
 
*************************

Kerusakan Vertikal part 2

Trobelshuting bagian vertikal (part.2)


IC seperti tipe TA8445, LA7837(38), TDA1770/1, TDA8174, TDA8176 merupakan ic vertikal-out yang agak spesial, antara lain karena :
  • Ramp generator - kalau pada tipe seperti yang dijelaskan pada tulisan kami sebelumnya menjadi satu dengan ic jungle, maka disini ramp generator menjadi satu dengan ic vertikal-out
  • Feedback ac/dc langsung diumpankan ke ic ini sendiri
  • Sinyal input bukan merupakan sinyal gigi-gergaji, tetapi merupakan pulsa-pulsa triger dengan frekwensi vertikal (50/60Hz)
IC jungel yang cocok dengan sirkit ini adalah seperti TA8690, TA8719, LA7680/85, AN5160, AN5603, AN5192, dimana sinyal vertikal out dari ic tipe tersebut berupa pulsa-pulsa triger.
 
 TA8445clip_image002
LA7837clip_image004
TDA8176clip_image006
Cara menguji apakah  ic vertikal out berfungsi normal :
  • Open solderan pada pin-input
  • Sentuh-sentuh input dengan probe avo-meter – raster (vertikal) akan membuka setiap kali pin input disentuh
Vertikal out tidak kerja – dapat disebabkan karena :
  • Tidak ada tegangan suply Vcc (high) dan Vcc (low)
  • Jalur umpan balik tegangan dc dari bagian Vertikal-output ke pin Vertikal-drive putus
  • Kapasitor pada pin ramp-generator short atau open (nilai kering)
  • Jika pin input disentuh-sentuh raster sudah bisa membuka – berarti kerusakan pada ic jungle.
Penyebab kerusakan-kerusakan lain sama seperti pada tulisan sebelumnya

+++++++++++++++++++++++++++++++

kerusakan bagian Vertikal

Trobelshuting bagian vertikal (part.1)

 
 
Merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya (baca)

Memperbaiki kerusakan bagian vertikal gampang-gampang susah. Umumnya sih memang gampang. tetapi kadang memang dijumpai ada yang susah. Agar lebih mudah maka pahami dahulu cara kerjanya.  

Sirkit defleksi vertikal dapat dibagi menjadi 3 bagian :
  1. Vertikal-out amplifier - umumnya menggunakan sebuah ic
  2. Vertikal feedback (umpan balik)
  3. Vertikal osilator - merupakan bagian dari ic jungel
 
1. Bagian vertikal-out
  • Lihat contoh skema dibawah
  • Sirkit demikian dinamakan ac-kopel
  • Tegangan suply Vcc diberikan pada pin-6. Umumnya mendapat tegangan suply Vcc sekitar 25v.
  • Sinyal berbentuk gigi gergaji di-inputkan pada pin-4 - yang dihubungkan secara langsung (dc kopel) dari ic jungel.
  • Sinyal output dikeluarkan dari pin-2 - dan dihubungkan secara langsung ke kumparan def yoke
  • Jalur sinyal output adalah  pin-2 >>> Def Yoke >>> C311 >>> R303
  • Pin-2 pada kondisi normal umumnya mempunyai tegangan dc sekitar setengah tegangan Vcc
  • C311 2200u/35v berfungsi seperti halnya kapasitor kopel pada audio-amplifier. Yaitu untuk memblokir agar tegangan dc pada pin-2 tidak short ke ground. Tetapi dapat melewatkan pulsa-pulsa vertikal yang bersifat sebagai ac
  • R310 yang diseri dengan C310 merupakan sirkit untuk mencegah agar bagian vertikal out tidak berosilasi. Sirkit seperti ini juga dapat diketemukan pada sirkit Audio amplifier. Kalau sampai terjadi osilasi akan meyebabkan ic sangat panas.
  • Pada saat “vertikal retrace” – yaitu saat scanning vertikal dari sampai pada bagian bawah layar dan kemudian kembali ke bagian atas – dibutuhkan waktu kembali yang sangat cepat. Untuk itu pada saat retrace bagian vertikal-out membutuhkan suply “yang hanya sesaat itu”  tegangan suply yang lebih besar (2x Vcc)
  • Tegangan suply untuk saat vertikal-retrace ini disediakan oleh bagian sirkit PUMP-UP atau kadang dinamakan FLYBACK-GENERATOR yang biasanya sekitar (2 x 25v)
  • Sirkit Pump-up membutuhkan komponen eksternal yang terdiri dari sebuah Diode D302 dan sebuah elko C307.
  • Pin-7 mengeluarkan pulsa-pulsa vertikal dan biasanya digunakan untuk mensuply pulsa vertikal (V sync) ke ic mikrokontrol untuk OSD
  • Pada teve tertentu sinyal pulsa-pulsa dari pin-7 kadang juga digunakan sebagai “sampling” sensor untuk protek. Jika bagian vertikal tidak kerja maka akan menyebabkan teve mati protek.

2. Bagian vertikal feed-back atau umpan balik.
  • Feed-back atau umpan balik diberikan dari vertikal-out – ke bagian dari vertikal osilator (ramp generator)
  • Berfungsi untuk mengatur “linearitas” bagian penguat defeleksi vertikal.
  • Ada 2 macam jalur feed-back – yaitu (1) dc feed-back  dan (2) ac feed-back
  • Jalur dc feed-back  adalah dari tegangan dc dari pin-2 >>> Def Yoke >>> R306 >>> R313 >>> ic jungel. Dinamakan demikian karena umpan balik merupakan tegangan dc dari vertikal-out ke ramp generator.
  • Jalur ac feed-back  adalah dari pin-2 >>> Def Yoke >>> C311 2200u/35v >>> R305 >>> ic jungel. Dinamakan demikian karena merupakan umpan balik berupa sinyal ac yang telah melewati elko C311.
clip_image002
 
3. Bagian vertikal osilator yang lokasinya pada ic jungel (lihat skema dibawah)
  • Frekwensi vertikal diperoleh dari frekwensi horisontal
  • Menggunakan sirkit yang dinamakan Vertikal Count-Down atau pembagi vertikal, maka frekwensi horisontal yang tinggi dibagi-bagi sehingga memperoleh  frekwensi vertikal yang rendah.
  • Frekwensi vertikal yang dihasilkan dari V Count-down tidak tepat 50hz (PAL) ataupun 60Hz (NTSC)
  • Oleh sinyal sinkronisasi yang diperoleh dari sirkit Sync Separator- maka frekwensi vertikal akan dibuat agar sinkron sesuai dengan sinyal yang diterima. Jika yang diterima sinyal PAL maka frekwensi vertikal akan sinkron pada frekwensi 50Hz. Jika yang diterima sinyal NTSC maka frekwensi vertikal akan sinkron pada  60Hz. Jadi secara otomatis besarnya frekwensi vertikal akan mengikuti sistim sinyal video yang diterima.
  • Output dari sirkit V Count-down bentuknya masih berupa sinyal kotak. Sirkit Ramp-Generator berfungsi untuk merubah sinyal kotak menjadi sinyal yang berbentuk gigi-gergaji. Ramp generator membutuhkan komponen eksternal, yaitu sebuah kapasitor C316 untuk pembentuk sinyal gigi-geraji. Kadang pada bagian ini juga terdapat sebuah resistor dengan nilai ratusan kilo atau mega.
  • Pin-23 V NFB (vertkal negatif feedback) mendapat tegangan dc feed-back dari bagian Vertikal-out
  • Tidak ada tegangan dc  feed-back, maka akan menyebabkan pin-24 tidak akan mengeluarkan sinyal ouput (tidak ada tegangan output)

clip_image004
 
TROBELSHUTING

1. Menjumpai kerusakan vertikal satu garis, maka langkah yang perlu dilakukan adalah :
  • Periksa apakah bagian vertikan-out amplifier telah bekerja - baca. item-2 dibawah.
  • Periksa apakah ada tegangan umpan balik (vertikal feed-back) pada ic jungel pin-23 (V NFB, vertikal negatip feedback) – baca item-4 dibawah.
  • Jika keduanya diatas OK – berarti problem pada ic jungel –baca item-5 dibawah.
  • Pada teve model lama – periksa switch Normal-Service. Mungkin pada posisi Service
  • Kerusakan diode pump-up (open atau putus) juga dapat menyebabkan vertikal satu garis
 
2. Cara memeriksa apakah bagian vertikal-out amplifier sudah kerja.
  • Open atau sedot solderan pada pin-24 ( V out) ic jungel
  • Siapkan Ohm-meter pada posisi x1
  • Probe merah tempelkan ke-ground
  • Probe hitam sentuh-sentuhkan ke jalur menuju ke input ic Vertikal-out .
  • Jika bagian vertikal-out kerja normal – maka garis yang nampak pada layar akan lari-lari naik-turun

3. Bagian vertikal-out tidak kerja
  • Periksa tegangan suply Vcc
  • Periksa tegangan pada bagian output pin-2. Jika tidak ada tegangan maka kemungkinan ic vertikal rusak
  • Periksa hubungan jalur sinyal output dari pin-2 >>> konektor def yoke >>> elko C311 2200u/35v >>> Resistor nilai kecil R303
 
4. Tegangan vertikal feed-back tidak ada
  • Periksa apakah sudah ada tegangan pada bagian vertikal out pin-2
  • Periksa komponen-komponen pada jalur dc feedback
  • Problem pada ic jungel yang menyebabkan vertikal satu garis.
  • Tidak ada tegangan dc feed-back pada pin-V NFB
  • Tidak ada tegangan suply Vcc pada ic jungel
  • Kapasitor pada sirkit Ramp-generator short
  • Kadang  pada sirkit ramp-generator  terdapat sebuah resistor (ratusan kilo). Periksa mungkin resistor nilai molor.
  • IC jungel rusak
  • Problem pada ic memori (pada sirkit yang sudah menggunakan teknologi I2Cbus sda/scl)

5. Vertikal osilator tpada ic jungel tidak kerja, dapat disebabkan karena
  • Tidak ada suply tegangan Vcc pada ic jungel (biasanya tegangan diperoleh dari flyback)
  • Kapasitor filter pada Ramp-generator short (bocor)
  • Kadang ada sebuag resistor yang nilainya ratusan kilo pada ramp-generator. Periksa niali resistor tersebut, mungkin nilainya molor.
  • Kerusakan ic memori pada teve yang sudah menggunakan teknologi I2Cbus (sda/scl)
  • Ic jungel rusak

6. Vertikal tidak penuh atas-bawah – dapat disebabkan antara lain.
  • Periksa dahulu adjustment vertikal size
  • Periksa tegangan suply Vcc pada ic jungel (mungkin tegangan drops)
  • Resistor kecil R303 – mungkin nilai molor
  • Kadang resistor R303 menggunakan dua buah resistor yang dipasang paralel. Mungkin salah satu putus.
  • Kapasitor pada sirkit Ramp-generator nilai mengecil
  • Elko kopel C311 2200u/35v nilai mengecil (kering)
  • IC vertikal-out rusak

7. Vertikal tidak linear atau melipat pada bagian bawah – dapat disebabkan karena :
  • Paling sering disebabkan kerusakan part pada jalur feeddback – yang disebabkan karena nilai komponen  berubah. Periksa nilai komponen resistor dan elko.
  • Dapat pulsa disebabkan ic vertikal rusak.

8. Vertikal tidak linear atau tidak penuh pada bagian atas.
  • Umumnya disebabkan karena tegangan suply Vcc pada ic vertikal-out drops. Periksa elko filter pada suply Vcc dengan ESR meter.
  • Dapat pula disebabkan kerusakan ic vertikal-out
  • Ada gangguan beberapa garis-garis blanking pada bagian atas layar. Umumnya gangguan terjadi karena tegangan pump-up kurang. Disebabkan elko pump-up kering.
  • Jika def yoke pernah diiganti dengan impedansi (ohm) yang lebih tinggi – kadang dapat menyebabkan tmbulnya problem ini.
  • Adjustment Vertikal-Lin dan Vertikal-center (V Pos) yang tidak tepat kadang juga dapat menimbulkan problem ini

9. Tentang tegangan pump-up
  • Tegangan pump-up yang besarbya 2x  tegangan suply Vcc dibutuhkan hanya pada saat vertikal retrace.
  • Sirkit pump-up membutuhkan eksternal komponen yang terdiri dari sebuah elko dan sebuah diode.
  • Kerusakan pada salah satu part tersebut akan menyebabkan tegangan pump-up drops.
  • Akibatnya pulsa vertikal blangking akan drops – yang ditunjukkan dengan gejala munculnya beberapa garis-garis blangking pada bagian atas layar.
  • Diode pump-up open (putus) akan menyebabkan bagian ic vertikal out tidak kerja (problem satu garis)
 
clip_image002[1]
  • Gambar diatas adalah merupakan bentuk sinyal vertikal out
  • Pulsa-pulsa yang mempunyai level tinggi adalah pulsa vertikal retarce – dimana membutuhkan suply tegangan pum-up.

Catatan pengalaman dengan transistor Horisontal

Catatan pengalaman dengan transistor Horisontal


Ini adalah catatan beberapa pengalaman kami tentang transistor horisontal
Pengalaman.1
Awas transistor tipe C6090 banyak yang palsu !!!
Pengalaman kami dan juga cerita rekan teknisi - kadang ketemu transistor C6090 (1500v/10A) yang dijual palsu, sehingga kalau dipasang cepat panas dan lama-kelamaan akan rusak (umumnya tidak sampai satu hari)
Oleh karena itu kalau mengganti transistor jenis ini - sebaiknya beli di perwakilan service resmi. Kalau beli ditoko luaran yang harganya murah, maka ada kemungkinan palsu.
Dapat diganti dengan tipe lain, misalnya C5296 (1500v/8A) yang mudah diperoleh dipasaran yang bentuk kaki-kakinya tekuk-an, tetapi karena bodinya besar maka perlu sedikit modifikasi cara pemasangannya.
 
Pengalaman.2
Kami pernah mendapat kiriman main-pcb dari suatu bengkel dengan keluhan transistor HOT dan flyback panas, tetapi gambar normal.
Ketika kami coba memang gambar bagus.
Tetapi begitu kami amati pada flyback………….ini gila…….bener !!!
Disitu menempel ada tambahan resistor semen yang digunakan untuk mengurangi angkatan listrik ketika pesawat dihidupkan (agar listrik tidak jeglek).
Caranya pasang itu yang kami katakan….gila…
Resistor dipasang dengan cara diikat dengan seutas kawat terbuka (kawat jemuran kali…) yang dililitkan pada inti ferit flyback. Lha ….ini kan sama saja flyback seperti dishortkan.
 
Pengalaman.3
Kami pernah mendapat problem dimana transistor HOT tidak tahan bekerja terlalu lama. Transistor cepat menjadi panas dan sebelum rusak akan terdengan bunyi "ngencrit " dahulu dan gambar rusak.
  • Ternyata problem disebabkan karena resistor pada jalur suply tegangan Hvcc ic jungel pernah diganti dengan nilai yang lebih kecil.
  • Hal ini menyebabkan tegangan H.vcc naik over, dan pulsa osilator horisontal bertambah level tegangannya
  • Transistor HOT menjadi “over-drive”
  • Jika transistor over-drive, maka storage time akan lebih lama. Periode “on” transistor akan molor lebih lama. Akibatnya transistor horisontal jadi lebih panas.
 
Pengalaman.4
Ini adalah kebalikan dari pengalaman.3 yaitu under-drive. Kami mendapat problem saat teve dihidupkan pertama kali bagus. Tetapi beberapa menit kemudian gambar melipat pada bagian tengah layar (ada garis putih tegak lurus ditengah layar) dan kemudian horisontal langsung tidak kerja (raster mati). Ketika dipegang tarnsistor HOT sangat panas
  • Analisa kami problem disebabkan transistor HOT under-drive.
  • Kami coba mengecilkan nilai resistor yang terdapat pada suply Vcc horisontal-drive dari 3.3k menjadi 2.2k.
  • Dan ternyata hal ini membuahkan hasil
 
Pengalaman.5
Mencegah transistor HOT rusak saat repair
Saat melakukan repair mungkin “makan korban” beberapa buah transistor horisontal, karena belum menemukan penyebab kerusakan. Untuk mencegah hal seperti ini terjadi maka kami melakukan cara sebagai berikut :
  • Sediakan 3 buah resistor-semen 10 ohm/20watt yang disambung secara seri.
  • Resistor dipasang antara pin flyback dan kolektor transistor horisontal (tentu saja setelah jalur printednya diputus)
  • Jika transistor masih panas atau ada gangguan ngencrit misalnya, berarti problem belum ketemu.
  • Jika panas sudah berkurang, maka resistor dapat dikurangi satu demi satu secara bertahap sambil diperiksa apakah sudah tidak ada masalah lagi.
 
Pengalaman.6
Transistor HOT diganti langsung jebol dapat disebabkan karena flyback rusak (short pada kumparan parimer). Untuk memastikan apakah flyback rusak atau tidak, maka kami lakukan cara sebagai berikut :
  • Sediakan lampu dop 100w/220v
  • Kedua ujungnya diberi sambungan kabel masing2 sekitar 20cm
  • Putus jalur antara flyback dengan kolektor transistor HOT
  • Pasang lampu antara flyback dengan transistor HOT.
  • Hidupkan pesawat.
  • Ukur tegangan heater pada flyback.
  • Jika ada tegangan kecil (sekitar 0.5 samapi 1v ac) berarti flyback OK
  • Jika tidak ada tegangan sama sekali, berarti flyback rusak.
 
Pengalaman.7
  • Mengganti trasistor HOT dengan tipe lain kadang mengakibatkan tranasistor menjadi panas.
  • Untuk mengatasi transistor hot panas adalah tidak benar “ bahwa mengganti dengan transistor yang mempunyai A (ampere) yang lebih besar dapat menyelesaikan masalah” karena kadang menyebabkan under-drive.
  • Yang benar adalah dengan mengganti dengan transistor “yang mempunyai karakteristik yang mendekati”. Yaitu dengan melihat karakteristik faktor penguatan dan arus (A) maksimum.
  • Trasistor HOT dengan ampere (A) besar cenderung mempunyai faktor penguatan yang lebih kecil.
 
 
****************

Raster melengkung pada bagian kanan-kiri layar (prinsip dasar sirkit pin-cushion atau EW

Raster melengkung pada bagian kiri-kanan

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)
Cacat yang nampak seperti gambar dibawah dapat terjadi pada CRT dengan sudut defleksi 110 derajad, CRT square-flat, CRT slim atau CRT Sony Trinitron 20 inch keatas. Cacat semacam ini dinamakan cacat Pin-cushion atau cacat bantal karena bentuk dimensi raster yang menyerupai gambar bantal. Orang kadang juga menamakan cacat EW (atau East-West) karena seperti pada gambar peta bagian yang cacat menunjukkan arah timur-barat.
Problem disebabkan karena “ketidak seragam-an” jarak antara penembak elektron ke arah permukaan layar. Layar pada bagian pojok-pojok gambar mempunyai jarak yang paling jauh, sehingga mengakibatkan defleksi horisontal jatuhnya pada layar menjadi “paling lebar” jika dibanding dengan gambar pada bagian tengah.
clip_image002gambar diambil dari PHILIPS Application note AN10294_1
Untuk memperbaiki cacat EW ini digunakan sirkit seperti nampak pada gambar blok diagram dibawah. Sirkit ini dinamakan sistim “Diode Modulator”. Tujuan dari sirkit ini adalah “mengurangi lebar tarikan” defleksi-horisontal pada bagian pojok-pojoknya yang menyimpang lebih jauh dibanding pada bagian tengah agar dihasilkan gambar yang lurus pada kiri-kanan layar.
Karena cacat merupakan lengkungan yang tidak merata – maka untuk mengurangi tarikan defeleksi horisontal perlu diberi sinyal yang bentuknya berupa pulsa-pulsa “parabol”
clip_image004gambar diambil dari PHILIPS Application Note AN10294_1
 
clip_image006
    Dengan EW modulator tarikan defeleksi horisontal pada bagian atas dan bawah layar dibuat lebih kecil dibanding pada bagian tengah layar, yaitu dengan cara memberikan sinyal parabol yang dibentuk dari sinyal dari vertikal-out
 
Dasar-dasar sirkit EW
Contoh.1 (gambar dibawah) merupakan sirkit paling dasar – dimana masih menggunakan all-transistor dan 2 buah VR trimer untuk adjustment secara manual. Sirkit terdiri dari bagian-bagian :
  1. Pembentuk sinyal parabola (V952) – sirkit ini mendapat sinyal masukan yang berbentuk gigi gergaji dari vertikal-out dan merubahnya menjadi sinyal yang berbentuk parabol.
  2. Penguat sinyal EW drive (V956), besarnya faktor penguatan bagian ini dapat diajust dengan RP952 untuk mengatur bentuk lengkungan parabol agar cacat lengkungan dapat diubah menjadi lurus.
  3. EW amplifier –merupakan sebuah transistor (atau kadang FET) jenis power untuk mendrive Diode Modulator. RP951 dipakai untuk mengatur tegangan bias dc untuk basis V956 dan digunakan untuk mengatur H.size
  4. Filter - yang terdiri dari sebuah R956, C958, dan L902.
  5. Dari L902 selanjutnya dihubungkan ke Diode Modulator - yang terdiri dari serial 2 buah Diode pada sirkit kolektor horisontal-out.
clip_image008
 
 
Contoh.2 (gambar dibawah) adalah sirkit EW yang menggunakan ic TDA8145.
  • Masih menggunakan VR trimer
  • Pin-2 mendapat pulsa dari vertikal out
  • R5 mendapat pulsa dari flyback
  • IC TDA8145 merupakan pembentuk parabola, penguat parabola dan juga sekaligus sebagai EW driver.
  • Adjustment menggunakan VR trimmer.
clip_image010
 
Contoh.3 (gambar dibawah) merupakan sirkit EW dengan kontrol lewat I2Cbus yang menggunakan ic vertikal-out TDA8350Q.
  • Pembentuk sinyal parabol ada di bagian ic pada ic vertikal
  • Kontrol EW dari ic jungel masuk dahulu ke pin-12 ic vertikal
  • Keluaran dari pin-12 kemudian digunakan untuk men-drive transistor EW amplifier Q301
  • Adjustment dilakukan melalui kontrol data I2Cbus (dengan service menu) dari ic jungel
  • Data adjustment disimpan pada memori (eeprom)
image 
 
Contoh.4 (gambar dibawah) merupakan  sirkit EW yang yang menggunakan ic jungel TDA8844
  • Pembentuk parabol ada dibagian ic jungel seperti contoh gambar dibawah.
image
  • Dengan teknologi ini, maka adjustment Vertikal dan Horisontal geometri dapat dilakukan lewat service - menu menggunakan remote kontrol
  • Sirkit pembentuk parabol ada didalam ic jungel
  • Kontrol adjustment EW di-outputkan lewat pin EW Out (contoh gambar pin-3)
  • Sinyal EW selanjutnya diinputkan ke EW drive dan EW amplifier seperti contoh gambar dibawah.
  • Data adjusment disimpan pada eeprom (memori)
clip_image016
 
 
Kerusakan sirkit pin-cushion  yang dapat terjadi adalah :



  • Transistor Q801atau FET EW Amplifier short

Raster melengkung dan H.size makin melebar
  • Transistor Q801 atau FET power open (putus)

Raster melengkung dan H.size makin mengecil
  • Resistor R8098 dari diode modulator ke EW amplifier putus

Raster melengkung dan H.size menyempit
  • Elko filter C414 pada kolektor transistor EW amplifier kering

EW tidak mau diadjust
  • Diode modulator D404 (atas) short

B+ short, transistor EW amplifier rusak
  • Diode Modulator D408 (bawah) short

Raster melengkung dan H.size menyempit
  • Kapasitor milar bagian atas nilai mengecil (CR402S)

Transistor HOT rusak
  • Kapasitor milar bagian bawah nilai mengecil (CR408S)
  • Kapasitor milar bagian bawah short (CR408S)

Transistor HOT rusak


Raster melengkung dan H.size melebar
  • Sirkit pembentuk parabola rusak

Pin-cushion (kelengkungan) tidak mau diadjust
  • Eeprom rusak atau data korup

Raster melengkung, blank


  • Raster kembang-kempis               Kapasitor milar CR402S mau rusak

 
Adjustment EW.
  • Sirkit EW yang masih menggunakan VR trimer hanya mempunyai 2 macam adjustment, sehingga kadang hasilnya kurang optimal. Bagian pojok atas bawah kadang dijumpai masih cacat (sedikit agak bengkok).
  • Sirkit EW lewat I2Cbus (SDA/SCL) mempunyai beberapa macam adjustment dan hasilnya lebih sempurna dibanding dengan EW manual dengan VR trimer.
Berikut adalah contoh macam-macam adjustment EW lewat I2Cbus.
clip_image018
 
 
***********************************

Tanda tanda FBT Rusak

Tanda-tanda flyback rusak


Tanda-tanda kerusakan tranfo flyback antara lain dapat ditunjukkan dengan :
  • Transistor HOT rusak short, dan jika diganti baru akan rusak lagi
  • Bodi flyback ada bagian yang mengelembung, warna bodi berubah, ada lubang kecil yang kadang keluar semacam lelehan, bodi ada retakan
  • Resistor pada sirkit bagian ABL ada yang terbakar. Kalaupun masih dapat hidup normal, hal ini umumnya menunjukkan flyback sudah akan rusak. Biasanya tidak lama kemudian flyback akan rusak.
  • Kapasitor (200v) pada pin-ABL flyback short ke ground
  • Keluar loncatan api dari bagian tertentu atau antar kaki pin-pinnya.
  • Tegangan tinggi anode, fokus, screen tidak keluar, tetapi tegangan rendah lainnya keluar.
  • Jika diukur dengan ohm meter( dengan X10K) ada kebocoran antara anode cap dengan kaki pin-yang ke ground flyback.
  • Jika diukur dengan ohm meter ada hubungan antara kumparan bagian primer dengan bagian sekunder.
 
************************

Mengatasi Raser kurang Lebar kiri - kanan

Horisontal kurang lebar kiri-kanan

(merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)
Beberapa versi cara mengatasai raster kurang lebar kiri-kanan pada teve normal yang tidak menggunakan sirkit EW (pin-cushion).
Ada beberapa penyebab yang dapat membuat raster sedikit kurang lebar.
  • Adjustment tegangan B+ belum pas. Oleh karena itu adjust dengan benar sebelum melakukan perbaikan lainnya.
  • Sehabis ganti def yoke, terutama jika diganti bukan ori
  • Sehabis ganti flyback, terutama jika flyback pengganti bukan ori
  • Sehabis ganti CRT
  • Kerusakan kapasitor resonant (nilai kapasitansi berubah menjadi lebih kecil)
  • Memasang mesin china pada CRT lain
 
1. Dengan menambah kapasitor milar
  • Cara ini yang biasa kami lakukan jika hanya kurang lebar sedikit
  • Sediakan kapasitor dengan nilai 332 atau 442 tegangan 1600v
  • Pasang paralel dengan kapasitor resonan yang lokasinya pada kolektor transistor horisontal dengan ground.
  • Jika hasilnya masih kurang lebar - nilai kapasitor dapat ditambah, dan jika terlalu lebar - nilai dikurangi
Cara ini mengakibatkan tegangan heater menjadi sedikit drops (juga tegangan keluaran dari flyback lainnya) dan lebar vertikal berubah. Oleh karena itu perlu re-adjustment vertikal size.
Catatan :
  • Jangan mengurangi nilai kapasitor resonan untuk mengatasi raster yang terlalu lebar.
  • Karena akan mengakibatkan tegangan heater maupun tegangan keluaran flyback lainnya seperti tegangan high voltage anode juga naik. Dapat mengakibatkan transistor horisontal panas atau jebol, bahkan CRT rusak
 
2. Dengan memasang tranfo yoke
  • Jenis tranfo ini banyak dijual oleh toko yang menyediakan mesin china.
  • Cara ini dapat digunakan jika kurang lebar cukup banyak
  • Prinsip kerjanya mirip sebagai tranfo step-up (dapat dibaca pada buku petunjuk yang disediakan)
  • Kelebihan dengan tranfo yoke kita dapat menambah maupun mengurangi lebar raster kiri-kanan.
Pengamatan kami dengan pemakaian tranfo yoke, dapat mengakibatkan problem pada horisontal linear. Bahu kiri-kanan penyiar nampak menjadi kurang simetri
 
3. Dengan penambahan lilitan pada ferit flybak.
  • Putus salah satu kabel yoke horisontal (pada solderan def yoke).
  • Lilitkan kabel tersebut di ferit yg ada di flyback (3 atau 4 lilitan dulu)
  • Ujung kabel sambungkan lagi ke yoke.
  • Tes apa perubahanya. Kalau melebar berarti arah gulungan sudah benar. Kalau tambah menyempit berarati gulungnya salah arah.
  • Kalau arah gulungan sudah benar, tetapi masih kurang lebar maka tambah lilitan (dan sebaliknya kurangi lilitan jika terlalu lebar)
 
 
********************

Penyebab transistor horisontal langsung jebol

Penyebab transistor horisontal langsung jebol

(merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)
 
Kemungkinan para teknisi pernah punya pengalaman seperti ini.
Ketika mengganti transistor HOT, maka transistor tersebut rusak short kembali dalam hitungan detik ketika dicoba hidupkan.
Penyebab transistor HOT langsung rusak seketika saat teve dihidupkan adalah :
  1. Kapasitor resonan yang terdapat pada kolektor transistor HOT nilainya mengecil atau solderan lepas (tegangan kerja umumnya 1600v). Cek nilai kapasitor dengan kapasitor-meter untuk memastikan apakah nilai berubah.
  2. Flyback rusak karena kumparan bagian primer short
  3. Def yoke terbakar berat sehingga short
  4. Tegangan B+ terlalu tinggi (misalnya 200v atau lebih), disebabakan kerusakan bagaian power suply.
  5. Osilator horisontal frekwensi berubah (misalnya karena X-tal 503 rusak)
 
Kenapa kapasitor resonan yang nilainya mengecil dapat merusak trasistor HOT ?
Coba lakukan percobaan seperti ini :
  • Cari tranfo power suply yang dipakai untuk amplifier atau radio/tape/DVD compo import (bukan lokal) yang masih bagus
  • Ambil ohm-meter dan set pada posisi x-1
  • Pegang probe merah dan probe hitam pada bagian logam-kontaknya, masing-masing dengan tangan kiri dan tangan kanan (bukan dipegang plastiknya)
  • Tempel sebentar kedua probe tersebut pada ac input 220v tranfo dengan jari tetap menempel pada ujung logam probe meter, seperti saat memeriksa dengan ohm meter
  • Lepaskan probe dari tranfo.
  • Pada saat melepaskan kontak probe – maka akan dapat dirasakan adanya kejutan atau sengatan listrik yang kecil.
  • Dari mana asalnya tegangan kejutan ini, karena kita tahu bahwa avo meter hanya menggunakan tegangan bateri 3v?
Pada semua induktor (kumparan) yang dilalui arus dc kemudian diputus, maka arus dengan tiba-tiba akan menghilang. Arus yang menghilang dengan tiba-tiba dengan waktu yang sangat singkat ini akan membangkitkan tegangan kejut yang waktunya sangat pendek yang dinamakan tegangan “induksi diri” (self induction")  pada kumparan itu sendiri. Tegangan induksi ini besarnya dapat beberapa puluh kali lipat tegangan dc asalnya. Tergangan induksi diri inilah yang menyebabkan adanya kejutan saat kita mengukur tranfo power.
Demikian juga yang terjadi pada kumparan bagian primer tranfo flyback. Tranfo ini dilalui arus yang berbentuk pulsa-pulsa on-off secara berulang dengan frekwensi tinggi yang dapat menghasilkan tegangan induksi diri hingga puluhan ribu volt.
Kapasitor resonan digunakan untuk "meredam" tegangan induksi diri yang tinggi ini dengan cara tegangan tersebut akan diserap untuk mengisi kapasitor tersebut.
Oleh karena itu jika kapasitor resonan sampai lepas solderannya atau nilainya turun, maka tegangan induksi diri dari flyback tersebut tidak ada yang meredam. Tegangan kejut puluhan ribu volt akan diterima oleh kolektor transistor HOT hingga menyebabkan transistor mati seketika, karena tidak tahan.
Apa akibatnya jika kapsitor resonan rusak, tetapi transistor HOT masih tahan.
Jika kapasitor resonan rusak, tetapi transistor HOT masih tahan bekerja hingga beberapa puluh detik saja , maka kemungkinan dapat menyebabkan :
  • Tegangan keluaran dari flyback, seperti heater, screen, tegangan anoda dll akan naik semua.
  • Jika model menggunakan X-ray protektor maka protektor akan aktip bekerja
  • Raster sedikit menyempit kiri-kanan
  • Terjadi loncatan internal tegangan tinggi didalam flyback yang dapat merusak flyback itu sendiri, atau merusak kapasitor tegangan tinggi internal yang ada didalam flyback.
  • Ada kemungkinan merusak tabung CRT (timbul loncatan api didalamnya)
 
Mengapa flyback yang short pada kumparan primer menyebabkan transistor HOR rusak ?
Pada kondisi normal saat transistor HOT pada kondisi “on” maka arus yang melalui transistor besarnya akan dibatasi oleh "reaktansi induktif"  kumparan primer flyback. Jika kumparan primer flyback short, maka tidak ada lagi yang membatasi arus ini, sehingga transistor HOT dapat mati seketika karena over current.
Kerusakan flyback pada bagian kumparan sekunder, diode tegangan tinggi atau kerusakan kumparan def yoke horisontal juga dapat merusakan transistor HOT, tetapi umumnya tidak meyebabkan mati seketika.
 
***********************************

Penyebab TR Horizontal jebol terus

Penyebab transistor Horisontal panas atau sering rusak

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

KASUS :
  • Transistor HOT panas.
  • Atau transistor HOT rusak lagi.setelah pesawat dipakai beberapa hari
 
Dan dibawah ini adalah beberapa catatan yang kami miliki sebagai penyebab kasus tersebut
(1) Semua tegangan di cek normal.
  • Penyebab ini paling sering terjadi. Elko deccoupling filter suply Vcc pada bagian primer tranfo horisontal drive nilai mengecil atau kering (contoh gambar C408). Hal ini menyebabkan transistor HOT “under drive”.
  • Transistor HOT cara kerjanya mirip sebagai switch yang bekerja on-off dengan frekwesi tinggi. Idealnya pada saat “on” resistansi antara kolektor-emitor adalah mendekati nol ohm, dimana syaratnya untuk memenuhi hal ini adalah “level sinyal drive” harus mencukupi.
    Jika level sinyal drive kurang akibatnya transistor tidak dapat “on” sepenuhnya. Ada semacam resistansi atau "tahanan semu" antara kolektor-emitor. Akibatnya akan timbul panas dari tahanan semu ini ketika dilalui oleh arus kolektor sebesar Watt = I x R. Makin besar nilai tahanan semu, maka makin panas suhu transistor horisontal
clip_image002
 
(2) Pada model-model tertentu seperti SAMSUNG atau JVC.
  • Suply tegangan Vcc untuk bagian horisontal-drive ada 2 macam.
  • Saat start pertama teve dihidupkan - suply diberikan dari tranfo switching (contoh gambar bawah tegangan A+ 13.5v)
  • Kemudian saat pesawat sudah hidup - suply selanjutnya ganti diberikan dari tranfo flyback yang mempunyai tegangannya sedikit lebih besar dari tegangan saat start (contoh gambar B+ 16.5v)
  • Kerusakan pada sirkit yang mensuply Vcc dari flyback dapat menyebabkan under drive.
  • Kerusakan dapat disebabkan ada resistor yang putus, atau diode rusak.  Diode ini (contoh D303) kadang diperiksa dengan ohm meter nampaknya bagus, tetapi kalau dipasang akan menyebabkan tegangannya drops
clip_image004
 
(3) Penyebab kemungkinan lain yang bisa terjadi :
  • Tegangan suply untuk horisontal-driver drops. Dapat disebabkan karena ada resistor nilai molor (atau pernah diganti dengan nilai yang berbeda)
  • Gulungan pada tranfo horisontal-drive ada yang sedikit short
  • Kumparan def yoke bagian horisontal ada yang sedikit short/terbakar . Atau def yoke pernah diganti dengan impedasi yang lebih rendahh.
 
Cara menguji apakah transistor horisontal terlalu panas (overheat) secara sedehana :
  • Tempelkan jari telunjuk pada bodi transistor (hati-hati melakukannya).
  • Jika jari telunjuk tahan menempel hingga agak lama, berarti suhu adalah normal.